Empat Pertemuan: Ayumi, Sofie, Moreen, dan Kiki
Empat Pertemuan: Ayumi, Sofie, Moreen, dan Kiki
Selamat pagi, siang, sore, malam para suhu lender yang menjadi panutan nubie. Kali ini, setelah menjadi silent executor selama beberapa saat, nubie jelata yang berada di emperan ibukota mencoba merangkum beberapa field report yang nubie lakoni. Kebanyakan tidak memakai barbuk foto, tetapi untuk meyakinkan para suhu bisa dicek dan ricek ke para suhu pengasuh sang wanita.
Miss Ayumi asuhan sang "mami galak" Marriechan
Kala itu musim sedang banjir dan dingin di ibu kota yang menyebabkan nubie melipir di dekat sarang nubie di Jakarta Barat. Kontak sang mami yang pernah "bertemu" di BB, tapi sayang karena nubie yang buruk rupa sehingga sang mami melupakan nubie — malah curhat. Ternyata masih ada slot kosong. Berangcat ke barat mencari kehangatan.
Ketemu pertama, kesan GFE langsung terlihat — kalau ini pasti gemblengan dari sang mami yang super GFE. Belum sempat mandi malah "nyosor," akhirnya terjadilah yang diharapkan di ruang tamu. Seks ala "couch casting," interesting banget. Nubie diajarin semua gaya yang bisa dilakukan di sofa depan TV. Maaf buat next executor kalau di sofa ada noda kenikmatan yang tertinggal.
Pas rehat sempat mau main di toilet tapi doi masih mengingatkan: "Pake kondom ya, Sayang," dan kondomnya ada di kamar. Akhirnya setelah bersih-bersih dan rehat, hanya bincang di kamar sambil sentuh sana-sini, raba sana-sini, jilat sana-sini, cium sana-sini, jilmek sana dan jilkon sini — akhirnya "bermain di bed." Nubie diajarin juga semua gaya yang bisa dilakukan. Cuma gaya "gendong" yang nggak bisa; doi tinggi banget, berat kalau mau digendong. Maaf tidak mengambil barbuk karena hape yang ada kameranya kehabisan baterai dan tidak mau diganti dengan baterai ABC.
Begitulah cerita ala kadarnya dengan Miss Ayumi asuhan Mami Marriechan.
Miss Sofie dari B University
Berbekal broadcast "daerah timur tidak banjir," nubie langsung menindaklanjuti untuk mengecek kebenaran BC tersebut. Nubie kontak sang "rektor" — mahasiswi mana yang ready untuk menemani nubie — dan dipilihkan Miss Sofie.
Menyelesaikan uang kuliah dan masuk kamar. Doi masih malu-malu; ilfil pertama — doi minta main digelapin. Saat lampu gelap, kok doi yang inisiatif nyerang nubie. Tuh bibir nggak lepas dari lipkiss, saling menelanjangi dan bergumul. WOT-nya kurang sip tapi peureut; akhirnya crot sukses dengan MOT.
Rehat dan bersih-bersih sambil meraba jembi yang baru tumbuh, berakhir dengan 69 — sebagai awal WOT, MOT, dan crot sukses dengan DS. Maaf para suhu, barbuknya nggak ada akibat hape nubie nggak ada flash-nya.
Miss Moreen asuhan papi "Domino"
Berbekal iklan BC yang menaikkan hasrat, cuaca hujan yang dingin, serta sawah yang bisa ditinggal, akhirnya diputuskan untuk menemui sang bintang. Ketemu pertama langsung ilfil — kalau ditanya menjawabnya sepotong. Mungkin karena nubie yang buruk rupa.
Sampai di room begitu juga; mau pegang tete, kegelian. Waduh, bakal kentang nih pikiran nubie. Setelah bersih-bersih, masuk kamar — waduh, lipkiss juga sepotong. Tapi doi mulai menikmati. Turun leher ke tete doi yang toge sambil nubie meraba "lembah hutan" kenikmatannya; kaki doi yang rapat sedikit demi sedikit membuka sehingga jari nubie bisa fingering. Ehem — kepala nubie malah didorong buat jilmek. Hiaah, doi udah basah, ternyata menggelinjang, meracau tak jelas. Akhirnya 69, dan ronde pertama kebanyakan nubie di atas dengan berbagai pose.
Selesai crot pertama dan bersih-bersih, eh doi malah menempel kayak perangko — efek crot kali ya. Belum 10 menit duduk liat TV, doi minta masuk kamar lagi. Kali ini doi yang mimpin; di awal doi yang WOT, cowgirl. Setelah doi meracau tak jelas, akhirnya nubie dibimbing dengan arahan gaya dan kecepatan dari doi: "Cepet Bang... tahan Bang... cepet Bang... tahan Bang..." Tak terasa waktu sudah hampir bel keluar dan... segera crot dengan sukses. Maaf untuk barbuk — doi nggak mau ambil foto, apalagi foto bareng nubie. Takut nggak laku kali ya.
Miss Kiki dari suhu Unwel
Setelah sebulan berlalu sejak sang suhu membuka expo dan field report yang bertaburan — apalagi punya suhu japer — yang menggoda, broadcast dari suhu Unwel, serta sawah yang bisa ditinggal, akhirnya nubie nyamperin doi di Jakarta Barat.
Setelah ketemu sang suhu dan nubie diarahkan ke lubang yang benar, nubie ditinggal berdua dengan sang wanita. Buset — saat doi berdiri melepas busananya, ternyata tinggi banget. Sekalian cipokaan alias lipkiss; kesan GFE-nya bagus. Sambil lipkiss membuka busana pasangannya — kesan seperti pasangan yang saling membuka busana.
Sampai warming up, doi kebingungan cari kondom; ternyata tersembunyi di lemari. Akhirnya mood nubie agak turun dan warming up lagi. Semua gaya dijabanin sampai crot.
Setelah bersih-bersih, di masa rehat bincang-bincang dengan doi — ternyata tangan doi nakal sekali; talkative sambil HJ. Nubie hanya bisa pasrah dan tak bisa berkata-kata... Halus banget, jauh lebih halus daripada nubie main "sabun." Hahaha.
Ronde 2 tak jauh berbeda, cuma sedikit agak lama dari yang pertama. Namun doi masih melayani dengan sabar. Sedikit penampakan doi...