18px

Bab 1

Istriku Ingin Bukkake

"Ups! Bukkake?... Whhoo... beneran nih? Kamu udah tahu artinya bukkake? Bukkake itu nggak cuma ML keroyokan lagi seperti kemarin, Ma... Pertama harus bener-bener kuat ML, karena nanti akan bercinta dengan banyak lelaki... nggak cuma 10 orang, tapi bisa lebih, dan tidak ada rangsangan khusus ke ceweknya, karena ceweknya diharapkan terangsang dengan banyaknya batang yang masuk silih berganti. Artinya begini: mereka datang, berbasa-basi, lalu langsung bugil bersama-sama, dan kamu ada di tengah-tengah mereka dan digilir gila-gilaan, bisa di anal juga lho! Belum lagi nanti yang belum dapat giliran akan swalayan dan menyimpan spermanya di gelas besar, lalu kamu akan diminta meminumnya habis, setelah itu dimandiin dengan sperma itu juga, terus digilir habis-habisan lagi. Lha kamu apa nggak pingsan?" tanyaku heran dengan nafsunya yang mendadak meledak-ledak.

Mata istriku berkedip-kedip mendengarkan uraianku. "Mmm... tapi apa itu bukan perkosaan namanya?"

"Bukan, karena yang meminta di sini adalah si cewek... si cewek yang minta untuk dipuaskan dengan cara itu," aku jelaskan lagi.

"Hmm, it sounds sexy..." katanya dengan senyum malu-malu. "Ngggg... jujur aja ya, Pa... kadang sih aku membayangkan kalau digilir habis-habisan seperti itu rasanya gimana gitu. Penasaran banget deh, kayaknya kok enak banget. Memang sih bisa panas, tapi kalau pakai lubricant kan nggak sakit, ya... Cuma menurutku syarat utamanya mereka harus yang seksi, dan kali ini besar batangnya yang standar aja. Hmm, gimana Pa? Gila-gilaan ya aku? Nggak papa ya Pa? Please... kok jadi kepingin banget ya? Tapi aku juga nggak mau kalau Papa nonton aja seperti kemarin. Malu dong kalau cuma ditonton gitu, dan lagi aneh rasanya kalau Papa nggak ikutan main. Jadi nanti begitu sekitar 4 cowok selesai, Papa menyetubuhiku. Ya... lalu cowok 4 lagi selesai, Papa lagi. Gimana Pa, kalau gitu?" tanyanya.

"Hmm, aku kemarin nggak ikutan terus terang karena keasyikan nontonnya. Gila, kamu seksi banget lho, Ma," kataku.

"Uh, maunya... Papa terangsang ya kalau aku digilir orang-orang?" tanyanya setengah merajuk.

Sebenarnya aku terkaget-kaget mendengar keinginannya. Bukkake adalah cara bercinta yang hanya ada di Jepang. Alkisah, zaman dulu Jepang pernah diperintah oleh Ratu yang tidak memiliki anak karena mandul. Ketika itu belum dikenal apa itu mandul, sehingga si Ratu rutin mengadakan kegiatan bukkake untuk memuaskan dirinya dan berharap dengan bersetubuh dengan banyak pria dapat membuatnya hamil. Saat ini, secara diam-diam kegiatan ini dikembangkan lagi di Jepang. Cukup banyak wanita kaya yang mengadakan acara ini. Tapi ini kata cerita โ€” bener tidaknya, tidak tahulah. Mungkin ada versi lain juga.

"Hmm, masalahnya cari cowok sebegitu banyak dan bersih tidaklah mudah. Harus ada undangan khusus jauh-jauh hari. Dan kamu harus menyiapkan fisikmu lho..." Aku agak terguncang juga mendengar permintaannya. Kalau disetubuhi keroyokan begini, waduh, agak keberatan juga rasanya. Takutnya kalau istriku ketagihan, susah lho.

"Ok, aku cari informasi dulu ke Rudi kalau itu memang maumu," kataku. Aku segera kontak Rudi untuk membicarakan hal ini dengan teman-temannya.

Cukup kaget juga si Rudi mendengar permintaanku. "Woo, bukkake? Hmm, beneran nih, bukkake? Ya bisa juga, Om. Jumlah orangnya sih terserah Om. Wow, bukkake? Seksi banget! Rupanya Rudi masih belum percaya. Ok, bisa saya carikan, cuma saya perlu waktu. Ada sih perkumpulan teman-teman yang biasa bukkake. Cuma sulit sekali untuk masuk ke mereka karena eksklusif sekali dan mereka semua rata-rata eksekutif muda. Jumlahnya kira-kira 20 anak muda. Bisa sampai pagi lho, Om, belum lagi kalau ada yang sampai 3 kali, minimal dua kali deh. Apa Tante kuat beneran? Harus beneran horny untuk bisa menikmatinya."

Aku utarakan ke istriku penjelasan dari Rudi tadi sambil melihat ekspresi wajahnya.

"Hah... ada yang bisa sampai tiga kali? Jumlahnya sampai 20 lelaki? Hiii, gimana ya rasanya, kan capek banget?" Istriku agak merinding, tapi aku tahu dia penasaran.

"Uuhh, bisa hancur ini badan... Sakit nggak ya, Pa? Hmmm, tapiii... tapi kok aku pengen coba ya, Pa?" bisiknya tertunduk. "Cuma... sama Papa boleh kan? Karena... karenaaa... sebenarnya aku memang sudah sejak dulu membayangkan disetubuhi rame-rame gitu. Hmmm, melihat batang yang menerobos berkali-kali dan banyak sekali, kayaknya sih bener-bener membuatku melayang-layang deh. Aduh, aku udah gila ya, Pa? Tapi aduh kepengeeeen banget deh. Boleh ya, Pa? Pleaseee," katanya kembali dengan wajah memerah.

Akhirnya tiga hari kemudian kami rencanakan sex party di rumah saja karena rumah villa kami luas sekali. Aku letakkan dua kasur besar berdempetan di ruang tengah agar 20 orang ini muat. Hmm, ini dua kali dari yang kemarin. Padahal dengan 10 orang saja istriku tidak bisa berjalan, katanya vaginanya panas selama 3 hari. Tapi efeknya luar biasa. Ketika kami bercinta, istriku bisa orgasme sampai 5 kali, sedangkan aku hanya bisa ejakulasi 3 kali. Tapi istriku masih belum puas โ€” dia ingin bisa orgasme tidak terbatas dan tidak peduli ada berapa puluh batang yang bisa menghangatkan vaginanya.

Cepat sekali Rudi datang dengan 20 orang temannya. Rata-rata mereka sangat muda, berpenampilan trendy, dan berbadan bagus. "Om, ada baiknya Tante minum obat perangsang sedikit agar tidak terkuras habis tenaganya. Bagaimana? Dan lagi, kalau tidak horny banget, nanti malah rasanya seperti diperkosa," tanya Rudi agak khawatir.

"Hmm, ya, kalian jangan kasar-kasar dong. Bagaimana, Honey, apa kamu setuju?" tanyaku.

"Lho, Rud, kamu ini gimana? Aku pengen juga ngrasain yang agak kasar-kasar gitu. Memang kalau di awal ya yang lembut dong, tapi nanti kalau aku sudah horny, batang kalian boleh hunjamkan dalam-dalam. Jadi sebenarnya nggak perlu obat deh, tapi bolehlah aku pakai aja, siapa tahu ada sensasi lain ya," kata istriku.

Istriku memang cantik dan seksi. Begitu keluar kamar dengan lingerie-nya, anak-anak muda itu terpana. Dengan segera mereka merubung seperti kumbang melihat bunga mekar merah merekah.

Dengan perlahan mereka menuntunnya ke tengah tempat tidur. Tangan-tangan mereka dengan gemas mulai meraba tubuh istriku yang seksi, meremas, mencium.

Aku usulkan coitusnya nanti tidak dengan menindih istriku karena akan menghabiskan tenaganya, jadi anak-anak muda ini harus berdiri. Ini juga membuat mereka cepat keluar karena tujuannya bukan lamanya bertahan tapi cepatnya keluar agar segera bisa bergantian sehingga istriku bisa puas melihat pergantian yang cepat ini.

"Untuk ML pertama, tentu saja harus Om sendiri dong," kata Rudi.

"Benar, Honey, Papa dulu ya..." bisik istriku.

Aku buka semua pakaianku, dengan perlahan aku dekati istriku yang sedang diraba oleh mereka. Aku ciumi bibirnya lembut, payudaranya yang ranum, bibir bawah, pinggangnya, punggungnya. Aahh, sebentar lagi anak-anak muda ini akan menyetubuhi istriku habis-habisan, pikirku. Dengan memejamkan mata, istriku kelihatan menikmati sekali permainan ini.

"Aahh, Papa... ahh, enak sekali... ahhh... terima kasih ya, Pa. Ini sudah aku inginkan dari dulu, terima kasih ya, Pa..." bisiknya.

Aku tidurkan istriku ke kasur lebar, sementara sekitar 10 lelaki bersiap-siap mengelilingi kami sambil mulai mengocok batangnya, bersiap-siap untuk melanjutkan penetrasi bergantian begitu aku selesai. Dengan pandangan bergairah istriku melihat sekelilingnya, seakan tidak sabar menunggu batang-batang yang beraneka ukuran itu tenggelam menghangatkan vaginanya.

Perlahan aku gosok-gosokkan batangku ke permukaan vaginanya. Dia tampak kegelian, kakinya mulai naik ke atas melingkar ke pinggangku, artinya dia sudah ingin aku segera memasukkan batangku. Kemudian perlahan aku mulai memasukkan batangku. Hmm, vaginanya sudah lembab, tampaknya istriku mulai terangsang.

"Aahh, kok enak, Ma... hmm, kamu jepit ya... uhhh, enak sekali, Honey... uuhh..." rintihku. Aku mulai mempercepat goyangan dan hunjaman.

"Aah, Papa... enak, Pa... uh... uhhh, aah, nikmat..." erang istriku.

"Coba, Ma, sekarang dari belakang ya." Aku kedipkan Rudi untuk memulai juga.

"Tante, saya mulai ya. Bagaimana kalau kita coba felatio?" kata Rudi sambil mendekatkan batangnya ke mulut istriku.

"Hmmm, sudah nggak sabar nih." Istriku tersenyum sambil meremas-remas pelan batang Rudi yang berukuran raksasa itu. "Pa, nggak papa aku kulum punya Rudi tanpa kondom?" bisiknya khawatir kalau aku keberatan.

"Hmm, ya... nggak papa deh, kamu pengen banget ya, Ma? Ya deh, nggak papa," kataku, sebenarnya keberatan.

Perlahan istriku mengocok penis Rudi yang mengkilat itu. Pelan sekali istriku menciumi dan menjilati ujung penis Rudi sambil sesekali digigit-gigitnya karena gemas. Lidahnya mulai menari-nari di pangkal batang, menurun ke buah pelir, dan dijilatinya dengan lahap sekali. Jilatan lembut istriku mulai kembali ke ujung penis, dan dengan tidak sabar istriku segera melahap batang tersebut dalam-dalam. "Mph... mpphh... mphh..." Dengan ganas ia melumat batang Rudi. Meskipun mulut mungilnya tidak cukup menyedot batang raksasa itu, wajahnya benar-benar dibenamkan ke penis Rudi. Hmm, tampaknya istriku ketagihan dengan batang Rudi karena dia mulai tidak memperhatikan batangku yang memompa cepat ini.

"Ma, lupa nih sama punyaku... kok erangannya nggak pas sama masuknya batangku?" protesku.

"Mmmphhh... aahh... lho nggak lho, Pa. Aduh, Papa jangan gitu dong..." Istriku buru-buru menarik batang Rudi dari mulutnya. "Aduh, maaf, Pa, abis terlalu enak sih," katanya malu. "Iya deh, ganti batang yang lain aja kalau gitu," sambil tangannya meraih batang terdekat.

Aduh, menggairahkan sekali. Posisi ini hebat sekali. Semakin cepat aku memompa vagina istriku.

Rupanya karena terlalu terangsang, aku tidak cukup kuat untuk menahan ejakulasi. "Ah, Maa... aku mau keluar... mau keluar... oohh... ohh!" Aku tidak bisa menahan dan spermaku menyembur-nyembur di dalam vaginanya.

Aku beri kode pada anak muda di belakangku untuk memulai permainannya. Rudi menarik batangnya dari mulut istriku. "Sekarang dibalik lagi ya, Tante. Itu tuh, anak-anak udah siap," bisik Rudi.

Begitu istriku membalik badan, dengan cepat anak muda di belakangku tadi menghunjamkan batangnya.

"Hei, santai aja, jangan terburu-buru!" aku peringatkan mereka.

"Ohhhh... oohhhh... ahhh... oouhhh!" istriku menjerit. Tampaknya ia terkaget-kaget juga dengan serangan mendadak ini. Tapi dengan cepat pula istriku bisa menyesuaikan.

Pinggul istriku bergoyang-goyang seirama dengan hentakan-hentakan batang anak muda itu. "Uufff... uhh... uhh... enak, Pa, enak... aduh, kok enak banget sih... sshh... sshhh... ahh," bisik istriku mulai menikmati.

"Sssiiaapa namamu? Uuff... ufff," tanya istriku.

"Andre, Tante," ujar Andre.

"Aah, Andre... kurang cepat dong, Ndre... aaagggh... Tante jepit ya..." Andre segera mempercepat gerakannya. Dan benar saja, tidak sampai 3 menit Andre sudah semburat. "Oohhh... ohh... Tante, enak sekali... ohohh... bagaimana bisa menjepit begini... aahh... oh... oh... ohh... aduh, Tante, saya mau keluar nih... oh... oh... ooohhh... keluar... ohh!" teriak Andre sambil menghentak-hentakkan batangnya dalam-dalam.

Dengan cepat temannya di belakang mengganti posisinya. "Saya Victor, Tante. Saya masukkan sekarang ya..." kata Victor tidak sabar. Rupanya Victor belum berpengalaman karena batangnya tidak berhasil masuk.

"Vic, kenapa tidak masuk-masuk? Ah, ayo dong..." desah istriku.

"Maaf, Tante, maaf. Saya belum pernah... saya masih perjaka," katanya malu dengan wajah memerah.

"Lho, jadi kamu masih perjaka? Ya jangan langsung masuk dong. Sini, sini..." Istriku menarik penis Victor didekatkan ke mulutnya. "Tante felatio dulu ya, enak kok," bisiknya. Dengan cepat batang Victor masuk seluruhnya ke mulut istriku sehingga membuat Victor membeliak matanya. Istriku memang ahli mengoral. Setelah puas bermain-main dengan batang tersebut, dengan lembut tangan istriku membimbing batang Victor ke vaginanya. "Nah, coba ditekan pelan-pelan ya, Vic, lalu kamu pompa keluar masuk," kata istriku sabar sambil memandangku. "Pa, cowok ini masih perjaka," bisik istriku tersenyum sambil mengedipkan matanya.

Victor rupanya cepat belajar. Dengan perlahan, gerakannya semakin cepat. Istriku menggodanya dengan sengaja menjepit batangnya. Benar saja, mulut Victor mulai meracau keenakan. Hanya 10 kali goyangan, spermanya sudah menyembur. "Oh, Tante... aahh..." teriak Victor.

Tidak terasa sudah 10 lelaki yang menindih dan menikmati tubuh istriku. Dony adalah yang paling kasar menyetubuhi istriku. Dia menekuk kaki istriku ke arah perutnya sehingga tubuh mungilnya melengkung, tangan kirinya memegang kedua kaki istriku, kemudian tangan kanannya menekan-nekan batang raksasanya dan dipukul-pukulkan ke bibir vagina istriku sehingga menimbulkan suara kecipak yang erotis sekali. Istriku menggeliat-geliat kegelian.

"Tante, kalau saya kasarin dikit bagaimana? Belum pernah ngrasain kan? Dicoba ya," kata Dony.

Karena istriku sudah terangsang berat, dia hanya melenguh dan merintih-rintih sambil mengangguk-anggukkan kepalanya pelan.

Kemudian kepala penis Dony yang besar dicoba keluar-masukkan dengan cepat ke vagina istriku yang memerah dan sedikit merekah itu. Setelah mengocok agar vagina istriku terbiasa, kemudian batang besarnya menghunjam dalam-dalam dengan kasar. Posisi ini menyebabkan batangnya menghunjam tanpa rintangan sama sekali. Hunjaman Dony tidak cepat tetapi berjarak, cuma setiap hunjamannya sangat keras dan dalam, membuat tubuh istriku bergetar dan menjerit-jerit kecil berulang kali. Gila, menggairahkan sekali. Kedua tangan istriku meremas tempat tidur karena menahan hunjaman yang kuat tersebut. Kedua matanya sudah membeliak ke atas, rintihannya sudah bukan lenguhan lagi tetapi lebih tepat suara yang tertahan, "Hekk... hekk... hekk..." Sebenarnya lebih tepat dikatakan Dony memperkosa habis-habisan istriku. Aku tahu Dony sudah ejakulasi, terlihat dari pinggulnya yang tiba-tiba bergetar, tapi dia sengaja tidak menghentikan goyangannya. Entah tenaga super apa yang dia miliki. Hebatnya, meski sangat kasar, istriku bisa orgasme berkali-kali sambil berteriak-teriak ketika penis Dony menghajar vaginanya. Hmm, pinggul Dony sudah bergetar yang ketiga kalinya... gila, hebat sekali dia.

Kemudian Dony meminta dua temannya memegangi kedua kaki istriku dan memintanya membuka lebar-lebar. Terlihat bibir kemaluan istriku yang merekah merah dengan lelehan sperma di pinggir-pinggirnya.

"Maaf, Om, supaya masuknya lebih mantap lagi. Coba lihat, Tante keenakan kan?" kata Dony.

Kembali Dony menghunjamkan dalam-dalam dan memompanya dengan penuh semangat, membuat tempat tidur berderit, berayun-ayun naik turun karena saking kerasnya. "Aahh, sakit... ah..." Istriku benar-benar menjerit-jerit kesakitan. Aku pun meminta Rudi agar mengurangi hentakannya.

"Aduh, jangan keras-keras menghujamnya... Aduhh... tapi jangan berhenti... nggak papa... nggak papa... enak kok. Hunjamkan lagi, Don, ayo, yang keras. Enak... enak... enak... hek... hek, kurang cepat..." rintih istriku.

Deritan tempat tidur dan kecipakan vagina istriku yang makin cepat benar-benar membuatku seperti terhipnotis. Mata istriku terbeliak ke belakang, dengan makin melebarkan kedua pahanya, membuat batang Dony yang besar benar-benar menghajar vaginanya.

Sementara itu, anak-anak muda yang swalayan dari tadi karena menunggu giliran menyemprotkan dan mengumpulkan sperma mereka ke dalam gelas besar dan gelas kecil.

"Ok, ok, stop dulu!" teriak Rudi. "Kita ganti acaranya!"

"Ah, kenapa berhenti?" erang istriku.

Bersambung...

โ† Sebelumnya
Daftar Bab
Selanjutnya โ†’