18px

Malam Bersama Tante Imel

Malam Bersama Tante Imel

Ini bermula ketika aku sedang galau memikirkan tingkah tunanganku yang sudah tidak seperti biasanya. Untuk menghilangkan pikiran jenuh itu, aku memutuskan pergi ke sebuah tempat hiburan malam di kotaku. Tepat jam sebelas malam aku berangkat menuju tempat clubbing yang sudah ada dalam pikiranku. Setiba di sana, aku minum beberapa botol bir dengan tujuan agar pikiran stres yang terus memikirkan tunanganku bisa hilang.

Setelah aku setengah sadar akibat minuman yang kuminum, tiba-tiba ada seorang wanita yang menghampiriku. Kuperhatikan sejenak โ€” ternyata dia adalah seorang tante yang mungkin umurnya sudah di atas 35 tahun. Dia mengajak berkenalan denganku. Namanya Imel. Wajahnya lumayan cantik, dan tubuhnya sangat menggoda. Saat itu dia mengenakan baju ketat berwarna hitam. Toketnya kelihatan besar dengan lekukan pinggang yang tampak seksi.

Dengan berusaha mendekatkan tubuhnya padaku, aku pun bersikap seperti biasa, apalagi saat itu aku dalam keadaan setengah mabuk. "Boleh tante gabung?" katanya dengan suara yang dibuat selembut mungkin. "Bolehlah, Tante," jawabku. Dia langsung duduk dan mendekatkan tubuh sintalnya di dekatku. Kami pun mengobrol, walau sekadar basa-basi.

Hingga akhirnya Tante Imel menyosor mencium wajah dan pipiku. Begitu bibirnya melumat bibirku, aku membalasnya dengan penuh gairah. Tante Imel melingkarkan tangannya pada leherku dan dengan mudah melumat serta menarik kepalaku agar lebih dekat dengannya. Bahkan wajahku sudah terbenam pada toketnya yang begitu menggoda dari tadi.

Aku langsung mencium dan menjilat toket itu. Tante Imel mendesah dan mengelus rambutku. Bagai bocah yang menetek ke ibunya, sesekali aku bergantian mengulum putingnya dan memelintir puting yang satunya. "Oouuwww... oouuwww... tante... nggak... ku-at... sayang... a-yo..." Tapi aku tidak merespons permintaannya untuk segera menindihnya.

Dengan bergantian memainkan teteknya, sesekali aku jilat bahkan gigit hingga membekas warna kemerahan di toketnya. Sedang tanganku meremas toketnya dan aku menjilatinya, tiba-tiba Tante Imel berdiri dan menarik tanganku. Aku mengikuti kemauannya, berjalan di belakangnya sambil berpegangan tangan. Ternyata tempat parkir menjadi tujuannya.

Setelah sampai di mobilnya, Tante Imel langsung masuk dan mengajakku. Di dalam sana dia langsung membuka bajunya โ€” begitu pun aku. "Ayo, sayang, cepat dong." Setelah terbuka dan kami sama-sama telanjang, aku merapatkan tubuhku pada Tante Imel. Tapi dia sedikit mendorong tubuhku hingga aku terlentang di jok belakang mobilnya.

Saat itu juga Tante Imel melumat habis kontolku yang sedari tadi sudah menegang. Dia jilat-jilat sampai kontolku basah, dan mengocoknya dengan kedua tangannya yang terlihat lihai. Tante Imel mengulum kontolku dan menghisapnya sampai mulutnya terlihat kempot dengan kontolku di dalamnya. Aku hanya melihat permainannya.

Begitu lihainya Tante Imel melakukan itu, hingga aku tidak tahan dengan geli dan rasa nikmat pada kontolku. "Oouugghhh... tan-te... ooouugghh... yaaagghh... oouughh... yaaacggghh..." Kali ini aku tarik tubuh Tante Imel hingga dia duduk dengan posisi melebarkan kakinya, dan terlihat lubang memek yang sudah menganga.

Tanpa menunggu lama aku langsung memasukkan kontolku ke dalam memeknya dan sekali tancap kontolku langsung menembus liangnya. Saat itu juga aku bergerak maju-mundur dan dengan sekuat tenaga menggoyang pantatku. "Oooouuugghhh... ooouugghhh... aaagghhh... aaagghh... aaagghh..." Begitu terus aku menggoyang dan mengerang dengan penuh nafsu.

Mungkin merasa capek dengan posisi seperti ini, Tante Imel kemudian terlentang dengan menggapaikan tangannya padaku. Saat itu aku menindih tubuhnya dan memasukkan kontolku ke dalam memeknya โ€” sekali tekan langsung menyelinap masuk ke dalam memek Tante Imel. Dia pun mengimbangi permainanku dengan memutar-mutar pantatnya dari bawah tubuhku.

Aku merasakan getaran yang begitu hebat dari dalam tubuhku. Dengan penuh semangat aku kembali memutar kontolku hingga terasa menghujam dinding memeknya. Tante Imel menjerit kecil. "Oouuwww... ooouuwww... ooouuwww... aaaggghhh... aaagghh... nikmat say..." Tangan Tante Imel meraba-raba bokongku dan menekankan tangannya pada pantatku.

Aku semakin gencar menggoyang dan menghentakkan kontolku, membuat Tante sepertinya sudah tidak dapat menahannya. Dia sekuat tenaga mendekap tubuhku dan membelakkan matanya. Dia mendesah panjang. "Oouugghh... oouugghhh... tan-te... ke-luar... say..." Aku merasakan memeknya sudah mengeluarkan lendir kental.

Tidak berapa lama kemudian aku pun menumpahkan sperma kentalku pada memek Tante Imel. "Oouughh... nikmat, tante... oouugghh... aaagghhh... aaagghhh..." Saat itu juga Tante Imel semakin mendekap erat tubuh bugilku. Kami pun terkulai di dalam mobil itu. Dengan berpelukan, kami saling memandang dan saling membelai tubuh kami. Aku merasa puas malam itu.

โ† Sebelumnya
Daftar Bab
Selanjutnya โ†’