Perselingkuhan Terlarang di Depan Suami
Perselingkuhan Terlarang di Depan Suami
Payudara Mbak Linda habis aku ciumi. Puting payudaranya aku hisap bergantian. Mbak Linda hanya merintih-rintih saja. Mas Hadi juga makin semangat merekam yang kulakukan pada istrinya. Aku terus saja meremas dan menghisap puting payudara Mbak Linda. Kemudian aku pun mulai membuka seluruh pakaianku hingga bugil seperti Mbak Linda dan Mas Hadi. Mbak Linda mendekatkan kepalanya ke kontolku dan mulai menghisapnya dengan kepala maju-mundur. Aku menikmati saja kuluman bibir Mbak Linda pada kontolku. Kupegang kepala Mbak Linda dan membantunya dengan memaju-mundurkan pinggulku. Mas Hadi terus merekam adegan kontolku dihisap istrinya.
Aku mulai tidak sabar, dan kusuruh Mbak Linda supaya menungging. Mbak Linda pun menungging. Kelihatan seluruh lekuk tubuh ramping dan mulus milik Mbak Linda yang membuat nafsuku semakin naik. Kutepuk pantat Mbak Linda dan meremas pantatnya. Mbak Linda menjerit kecil. Aku lalu mengarahkan kontolku ke dalam vaginanya dari belakang. Kontolku pun akhirnya menerobos masuk.
"Awww, enak, Andrie," kata Mbak Linda dengan desahan yang menggairahkan.
Aku mulai memaju-mundurkan pinggulku. Mbak Linda pun makin keras rintihannya. Kulihat Mas Hadi masih asyik merekam semua yang kulakukan pada istrinya.
Tapi rupanya kontol Mas Hadi sudah mulai tegang lagi. Dia mengambil kaki kamera handycam dan memasangnya di sana. Kemudian dia mendekati aku dan Mbak Linda, lalu menyodorkan kontolnya yang sudah tegang ke mulut Mbak Linda. Mbak Linda pun langsung mengulumianya. Jadi sementara aku mengentot Mbak Linda dari belakang, dia mengulum kontol suaminya. Aku terus memaju-mundurkan pinggulku dan sesekali meremas-remas payudara Mbak Linda. Memang vagina Mbak Linda terasa seperti memijit-mijit kontolku. Lama situasi seperti itu berlangsung. Sementara adegan tersebut terus direkam oleh handycam yang dipasang Mas Hadi. Mbak Linda terus saja menghisap kontol suaminya, sementara aku terus mengentot vaginanya dari belakang.
Tak lama aku merasa sudah mulai keluar.
"Mbak, aku merasa mau keluar nih," kataku.
"Mbak juga merasa mau keluar, Andrie," kata Mbak Linda.
"Aku juga sudah mau keluar," kata Mas Hadi.
"Aku keluarkan di mana, Mbak?" tanyaku.
"Di dalam saja, Andrie," kata Mbak Linda di antara rintihannya.
Tiba-tiba Mas Hadi mengerang.
"Aghh, aku keluar!" katanya sambil memegang kepala Mbak Linda dan membenamkan kontolnya ke mulutnya.
Akhirnya Mas Hadi keluar juga, spermanya masuk seluruhnya ke mulut Mbak Linda. Tak lama Mbak Linda pun keluar dengan tubuhnya menegang dan kontol Mas Hadi masih di mulutnya. Aku pun sudah merasa mau keluar. Kupeluk erat-erat pinggang Mbak Linda yang ramping dan membenamkan kontolku dalam-dalam dari belakang.
"Agghh, Mbak, aku juga keluar!" rintihku sambil membenamkan dan menumpahkan spermaku ke dalam vagina Mbak Linda.
Mbak Linda merintih-rintih. Kemudian kami bertiga terkulai lemas. Mas Hadi berbaring di pinggir tempat tidur, Mbak Linda di tengah, dan aku di pinggir satu lagi. Lama kami terdiam. Kemudian Mas Hadi mematikan handycam-nya.
"Bagaimana, Linda, enak nggak tubuhmu dimasuki dua kontol sekaligus?" tanya Mas Hadi pada Mbak Linda.
"Enak sekali, Mas. Aku jadi capek nih," jawab Mbak Linda.
"Kalau aku, baru kali ini ngentot istri orang. Sungguh pengalaman yang sangat mengasyikkan," kataku.
"Mungkin ini pertama kali bagimu ya, Andrie, tapi nanti kamu bisa ngentot dengan bebas dengan cewek-cewek yang aku perkenalkan padamu. Dan yang lebih penting lagi, aku dan kamu akan ngentotin si Yuni bersama-sama. Ya kan, Linda?" kata Mas Hadi.
Mbak Linda hanya tersenyum saja mendengar kata suaminya itu.
"Mas Hadi ini sering ngentot dengan istri teman-temannya, Andrie, tapi aku tidak diperbolehkannya ngentot dengan teman-temannya. Dia curang nih. Kalau kalian mau ngentotin si Yuni bersama-sama, terserah saja, asal jangan memaksa dia," kata Mbak Linda sambil tersenyum.
Aku hanya tersenyum saja dan tanganku tidak berhenti meremas-remas payudara Mbak Linda di hadapan Mas Hadi.
"Kamu nanti akan kuajak ke rumah temanku, Andrie. Di sana kamu boleh ngentot dengan wanita manapun," kata Mas Hadi lagi.
Dalam hati aku berpikir, rupanya suami-istri ini sudah biasa selingkuh terang-terangan dan itu tidak menjadi masalah dalam keluarga mereka — ternyata mereka menganut seks bebas, yang penting dengan suka sama suka. Nafsu seksiku langsung naik lagi. Tiba-tiba telepon rumah Mbak Linda berbunyi. Mas Hadi berjalan dengan telanjang bulat menuju ke tempat telepon.
Sementara kontolku sudah mulai tegang lagi. Mbak Linda sangat senang memperhatikan kontolku yang mulai tegang. Aku langsung menindih tubuh Mbak Linda yang wangi. Tak lama Mas Hadi kembali ke kamar.
"Telepon dari mana, Mas?" tanya Mbak Linda.
"Itu telepon dari Sonya, katanya dia mau ke sini. Bilang kalau suaminya tugas keluar kota," jawab Mas Hadi.
"Siapa Sonya, Mbak Linda?" tanyaku.
"Sonya itu adik Mas Hadi, jadi iparnya Mbak Linda," jawab Mbak Linda sambil meremas-remas kontolku.
"Oh begitu," jawabku.
Mas Hadi melirik ke kontolku dan berkata, "Wah, udah bangun lagi, Andrie. Kalau kamu mau menggarap Linda, silakan saja. Aku masih capek, dengkulku lemas nih."
Mendengar itu aku langsung saja menciumi payudara Mbak Linda dan langsung memasukkan kontolku ke vaginanya dari atas.
Mbak Linda menjerit kecil, "Awww, enak, Andrie," katanya.
Aku terus menggenjot vagina Mbak Linda, sementara Mas Hadi hanya memperhatikan saja aku setubuhi istrinya. Agak lama kami main seperti itu hingga akhirnya aku dan Mbak Linda merasa mau keluar. Akhirnya puncak birahi kami jumpai juga. Aku kembali menyemprotkan spermaku ke dalam vagina Mbak Linda. Tubuh kami yang tadi tegang akhirnya melemah. Kontolku masih berada dalam vagina Mbak Linda. Kadang-kadang kontolku kugerakkan di dalamnya.
"Awww, Andrie, geli," kata Mbak Linda.
Mas Hadi hanya tersenyum mendengarnya.
Akhirnya Mbak Linda bangun dan mencabut kontolku dari vaginanya. Kemudian dia mengulum kontolku dan membersihkan cairan sperma yang menempel hingga bersih. Kemudian dia berkata,
"Ayo pakai pakaian, si Sonya nanti akan datang, jadi kita makan dulu."
Kami pun berpakaian dan menuju ruang makan, lalu makan bersama. Setelah makan, kami pindah ke ruang tamu dan menyetel TV.
"Kita nonton adegan tadi yuk," ajak Mas Hadi.
Kami pun menonton adegan ngentot kami tadi melalui handycam yang dihubungkan ke TV. Sungguh sangat seru sekali waktu melihatnya. Waktu kami menonton, mendadak ada bel berbunyi.
"Nah, pasti Sonya yang datang," kata Mas Hadi sambil membuka pintu depan dan kemudian membuka pintu pagar.
Kemudian dia kembali mengunci pintu pagar dan mengajak Sonya masuk ke dalam rumah. Sonya langsung masuk.
Mbak Linda bertanya pada Sonya, "Memangnya suamimu berapa hari tugas keluar kota, Sonya?"
"Kira-kira dua minggu, Mbak," jawab Sonya.
"Andrie, kenalkan, ini adik Mas Hadi, namanya Sonya, umurnya mungkin sama dengan kamu," kata Mas Hadi memperkenalkan.
Aku langsung berjabat tangan dengan Sonya. Sonya sangat cantik dengan tubuh ramping, tinggi semampai, rambut hitam panjang sebahu, dan kulitnya sangat putih — lebih putih dari kulit Mbak Linda. Payudaranya lumayan besar tapi lebih kecil dibanding payudara Mbak Linda. Suaminya seorang pengusaha dan sedang keluar kota. Sementara TV yang berisi adegan kami tadi masih menyala.
"Hai, kalian main rame-rame tadi ya?" kata Sonya sambil duduk di sofa, dengan serius memperhatikan adegan aku ngentotin Mbak Linda dari belakang dan Mas Hadi dari depan.
Nampak nafasnya mulai naik-turun. Tapi tiba-tiba Mas Hadi langsung menarik tubuh adiknya dan berdiri.
"Sonya, aku pingin menggarap kamu lagi," kata Mas Hadi.
Sonya hanya menerima saja perlakuan kakaknya. Aku agak kaget juga melihat Mas Hadi mau menyetubuhi adiknya di depan istrinya sendiri.
"Jangan heran, Andrie. Perawan Sonya ini aku yang mengambilnya dulu," kata Mas Hadi seperti mengerti pikiranku.
"Aku dan Sonya sudah sering tidur bareng dengan Linda di sini. Suami Sonya ini temanku sendiri. Nanti kamu juga boleh berbuat apa saja dengan Sonya di sini," kata Mas Hadi lagi.
Aku hanya dapat meneguk ludah saja.
Sementara adegan ngentot kami di TV sudah selesai dan Mbak Linda langsung mematikan TV-nya. Sekarang aku dan Mbak Linda memperhatikan Mas Hadi sedang menggerayangi adiknya. Mas Hadi menciumi bibir Sonya yang merah tanpa lipstik. Memang Sonya memiliki tubuh yang sempurna dan menggairahkan. Mereka masih asyik berciuman. Tiba-tiba Mas Hadi menyuruh Sonya jongkok di depannya. Sonya pun menurut. Dia jongkok di depan Mas Hadi dan mulai membuka celananya. Setelah celana Mas Hadi terlepas, Sonya langsung mengulum kontol kakaknya. Mas Hadi hanya merem-melek merasakan kontolnya dihisap adiknya.
Sonya masih terus menghisap kontol Mas Hadi dengan bersemangat. Hingga akhirnya Mas Hadi memegang kepala adiknya dan membenamkan kontolnya ke mulut Sonya. Sperma Mas Hadi keluar di dalam mulut Sonya. Kemudian Mas Hadi menarik kontolnya. Kulihat Mbak Linda mendekati Sonya dan Mas Hadi. Sonya kemudian memberikan sperma Mas Hadi yang ada di mulutnya ke mulut Mbak Linda. Mbak Linda menerima sperma dari Sonya. Kemudian mereka berdua saling berciuman. Aku heran juga, ternyata Mbak Linda juga suka dengan wanita. Lama mereka berdua saling berciuman.
Kemudian Mas Hadi berkata, "Andrie, kalau kamu mau meniduri Sonya, silakan saja."
Kulihat Sonya hanya tersenyum saja mendengar kata-kata kakaknya. Aku memang sangat ingin merasakan tubuh Sonya. Tidak menunggu lama, aku pun mendekati Sonya. Mas Hadi dan Mbak Linda kembali duduk di sofa.
"Kami capek sekali, Andrie," kata Mbak Linda dan Mas Hadi.
Setelah dekat dengan Sonya aku langsung memeluk tubuhnya. Sonya pun menerima pelukanku.
"Mari sayang, kita berkenalan dulu," katanya sambil mencium bibirku.
Aku pun menyambut ciuman bibir Sonya. Kami lalu berciuman dengan sangat bernafsu. Kemudian ciumanku kuarahkan ke leher Sonya yang putih bersih.
Sonya hanya memejamkan matanya saja dan merintih-rintih.
"Ahh, sayang, teruskan," katanya.
Aku lalu meremas-remas payudara Sonya dari luar pakaiannya. Terasa payudaranya sangat empuk. Tak sabar, aku langsung membuka pakaian yang dikenakan Sonya. Sonya pun membiarkan apa yang aku lakukan padanya. Setelah baju luarnya kubuka, aku mulai membuka kaus yang dipakainya hingga hanya memakai BH saja. Ternyata kulit Sonya sangat putih bersih. Aku terkagum-kagum memandangi tubuhnya. Lalu aku mulai membuka BH yang dipakainya. Tampaklah seluruh payudara Sonya yang sangat putih, berukuran sedang, dengan puting berwarna merah jambu.
Aku tidak berhenti sampai di situ. Aku langsung melepaskan rok yang dipakai Sonya hingga dia hanya memakai celana dalam saja. Tapi celana dalam itu pun langsung kutanggalkan, hingga Sonya benar-benar bugil. Sekarang aku bisa memandangi tubuh Sonya yang bugil putih bersih, ramping seksi, dan tinggi semampai. Tubuhnya sungguh sangat sempurna.
"Aku berjanji seluruh tubuhmu akan kujilat habis, sayang," kataku pada Sonya.
Sonya hanya tersenyum saja.
"Silakan saja, Andrie," jawabnya.
Aku melihat ternyata Sonya juga habis mencukur bulu kemaluannya sehingga kemaluannya kelihatan dengan sangat jelas berwarna putih juga.
Sungguh sangat menggiurkan tubuh Sonya ini, kataku dalam hati. Ternyata diam-diam Mas Hadi merekam adegan kami dari awal. Tapi aku tidak peduli, malah aku tambah semangat. Sonya langsung melepaskan seluruh pakaianku hingga aku juga berada dalam keadaan bugil. Kontolku mengacung tegak ke arahnya. Sonya kelihatan sangat senang sekali. Aku langsung menggendong tubuh Sonya dan membawanya ke kamar Mas Hadi. Mas Hadi dan Mbak Linda mengikuti kami dan tidak berhenti merekam apa yang aku lakukan.
Sesampainya di kamar Mas Hadi aku langsung merebahkan tubuh Sonya di tempat tidur. Sonya pun berbaring dengan posisi mengangkang hingga kelihatan seluruh kemaluannya. Mas Hadi mendekati selangkangan Sonya untuk merekam kemaluannya yang indah itu. Sonya membiarkan saja apa yang terjadi. Aku langsung menciumi payudara Sonya bergantian. Aku hisap puting payudaranya yang berwarna merah muda itu. Sonya hanya merintih-rintih saja. Lama aku menciumi dan menghisap payudara Sonya. Kemudian ciumanku turun ke arah pahanya. Semuanya sudah habis kujilat. Sampai akhirnya bibirku sampai di vagina Sonya. Aku menjilati vaginanya dan kudengar Sonya menjerit-jerit kecil. Aku makin bersemangat menghisap vaginanya. Setelah agak lama aku menjilati vaginanya, Sonya mulai duduk dan mengarahkan kepalanya ke kontolku.
Bersambung...