Bab 1
Pijatan Rahasia Tante Rina
"Van, mau tolongin Tante?" katanya.
"Apa yang bisa saya bantu, Tante?"
"Tante minta tolong sesuatu, tapi kamu harus rahasiain — jangan bilang siapa-siapa."
"Apaan, Tante? Kok sampai musti rahasia-rahasian?"
"Tante minta tolong dipijitin," katanya.
"Kok pijit saja musti pakai rahasia-rahasian segala?"
"Tante minta kamu memijit ini," katanya sambil menunjukkan buah dadanya yang montok.
Saat itu saya langsung grogi setengah mati sampai tidak bisa berkata apa-apa.
"Van, kok diem? Mau nggak?" tanya Tante Rina lagi. Saat itu terasa penisku tegang sekali.
"Mau nggak?" katanya sekali lagi.
Lalu kukatakan padanya aku bersedia. Bayangkan saja — seperti ketiban emas dari langit. Memegang buah dada secara gratis dan malah disuruh pula, siapa yang tidak mau? Lalu saya bertanya mengapa buah dadanya harus dipijat. Dia menjawab supaya payudaranya tetap indah.
Selanjutnya tante mengambil botol berisi krim, lalu duduk di tepi ranjang. Tanpa banyak bicara dia langsung membuka pakaiannya dan melepas BH-nya. Payudaranya yang indah pun terlihat — kalau saya tebak ukurannya 36B. Puting susunya kecil tapi menonjol seperti kelereng kecil berwarna coklat kemerahan.
"Van, cuci tangan kamu dulu gih," katanya.
Saya buru-buru cuci tangan di kamar mandi yang terletak di dalam kamar tidurnya. Ketika kembali, tante sudah berbaring telentang dengan telanjang dada. Indah sekali. Ia memintaku melumuri buah dadanya secara perlahan dengan krim tadi, kecuali bagian puting susunya. Dengan grogi kuambil krim, kulumuri dulu di telapak tanganku, kemudian secara perlahan kulumuri payudaranya. Gila, rasanya kenyal dan lembut sekali. Perlahan kutelusuri buah dadanya yang kiri dan kanan dari pangkal sampai mendekati puting. Sementara tanganku mengelus dadanya, kulihat napas tante mulai tidak beraturan.
Sesekali mulutnya mengeluarkan bunyi, "Ahh... ahh." Setelah melumuri seluruh payudaranya, tante memegang kedua tanganku — rupanya ia ingin mengajariku cara memijat payudara. Gerakannya ialah kedua tanganku menyentuh kedua buah payudaranya dan melakukan gerakan memutar dari pangkal sampai mendekati puting susunya. Ia meminta saya agar tidak menyentuh putingnya.
Segera kulakukan gerakan memutari kedua buah payudaranya. Baru beberapa gerakan, tante memintaku agar gerakan itu dibarengi dengan remasan. Ia semakin terangsang, lalu memintaku, "Aahh, Van... tolong remas lebih keras."
Tanpa ragu kuremas buah dada yang indah itu dengan keras. Sambil meremas, aku bertanya mengapa puting susunya tidak boleh disentuh. Tiba-tiba ia menjambak rambutku dan membawa kepalaku ke buah dadanya.
"Van, Tante minta kamu hisap puting susu Tante," katanya sambil napasnya tersengal-sengal.
Tanpa banyak tanya lagi, langsung kuhisap puting susu kanannya.
"Van, hisap yang kuat, sayang... aah," desah Tante Rina.
Kuhisap puting susu itu dengan sungguh-sungguh, dan ia berteriak, "Lebih kuat lagi!"
Setelah sekitar sepuluh menit kuhisap puting di buah dada kanannya, berganti ke buah dada kiri. Sambil kuhisap buah dadanya, tante membuka celananya sehingga ia dalam keadaan telanjang bulat. Kemudian ia membuka celanaku dan meremas penisku. Tante lalu memintaku menindih tubuhnya. Sambil menghisap-hisap payudaranya, tante memegang penisku dan memasukkannya ke dalam lubang vaginanya. Setelah melalui sedikit perjuangan, penisku akhirnya memasuki vagina tanteku — semua itu dilakukan sambil mengisap dan meremas-remas buah dadanya.
Pinggulku segera kugenjot dan terasa nikmat luar biasa, sementara tante berteriak karena orgasme sudah dekat.
Tak lama kemudian tante nampak sudah orgasme — terasa di liangnya tegang sekali. Kemudian giliranku menyemburkan air mani ke liangnya, dan kami pun terdiam menikmati momen tersebut. Setelah itu tante mencium bibirku dengan lembut.
"Tadi nikmat sekali," katanya, lalu memintaku besok kembali memijat payudaranya. Aku mengiyakan.
Kemudian aku bertanya kepada tante kenapa dia begitu senang buah dadanya disentuh dan dihisap. Jawabannya, ia tidak bisa melakukan hubungan seks kalau buah dadanya tidak dirangsang terus-menerus.
Saat kutanya mengapa dia memilihku, dia menjawab dengan enteng, "Saat kamu mandi, Tante ngintip kamu, dan Tante lihat penis kamu besar..."
TAMAT