Henry merasa menjadi pria paling beruntung di dunia saat menikahi Helen — cantik, seksi, dan pewaris perusahaan besar. Tapi sejak malam pertama Helen menolaknya dengan dingin, lalu pagi berikutnya terang-terangan minta cerai setelah sang mertua tiada. Belum sempat Henry mencerna semuanya, ia pulang lebih awal dan menemukan sesuatu di dalam kamar yang membuatnya tidak bisa bergerak — bukan karena marah, tapi karena tidak bisa berhenti memandang.